" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > uang muka hangus , haram hukum ? < / h3 > " , " isi " :[ " apakah transaksi yang guna uang muka itu haram ? sebab kalau tidak penuh tentu , maka ada sepakat bahwa uang muka itu akan hangus . bukankah ini masuk ambil harta orang dengan cara zalim ? " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " sat 16 april 2016 12 : 11  " , "  22 . 012 views  n " , " n " , " n " , " apakah transaksi yang guna uang muka itu haram ? sebab kalau tidak penuh tentu , maka ada sepakat bahwa uang muka itu akan hangus . bukankah ini masuk ambil harta orang dengan cara zalim ? " , " n " , " dalam masalah ini para ulama beda dapat jadi dua dapat . pertama , dapat jumhur ulama yang banyak haram . dua , adalah dapat mahzab al - hanabilah yang dalam hal ini boleh . " , " jumhur ulama umum , di antara mazhab al - hanafiyyah , al - malikiyyah dan asy - syafi u2019iyyah sepakat u00a0 haram sistem uang muka yang bisa hangus ini . u00a0 alas karena anggap masuk makan harta orang dengan cara yang batil . " , " dasar argumentasi mereka di antara karena memang ada nash yang sharih larang praktek . dan juga praktek tidak lain rupa tindak makan harta orang lain cara batil . " , " ada hadits yang larang jenis jual - beli urban ikut ini : " , " u0646 u064e u0647 u064e u0649 u0631 u064e u0633 u064f u0648 u0644 u064f u0627 u0644 u0644 u064e u0651 u0647 u0650 u00a0 u0639 u064e u0646 u0652 u0628 u064e u064a u0652 u0639 u0650 u0627 u0644 u0652 u0639 u064f u0631 u0652 u0628 u064e u0627 u0646 u0650 " , " imam malik nyata bahwa jual - beli ini seperti orang beli budak atau sewa hewan kendara kemudian nyata ,  " saya ikan kepada satu dinar dengan tentu apabila saya gagal beli atau gagal sewa maka uang yang telah saya ikan itu jadi milik " . " , " jenis jual beli macam itu masuk makan harta orang lain dengan cara batil , karena syarat bagi si jual tanpa ada kompensasi . sedang makan harta orang lain hukum haram bagaimana firman allah , " , " u064a u064e u0627 u0623 u064e u064a u064f u0651 u0647 u064e u0627 u0627 u0644 u064e u0651 u0630 u0650 u064a u0646 u064e u0622 u0645 u064e u0646 u064f u0648 u0627 u0644 u0627 u062a u064e u0623 u0652 u0643 u064f u0644 u064f u0648 u0627 u0623 u064e u0645 u0652 u0648 u064e u0627 u0644 u064e u0643 u064f u0645 u0652 u0628 u064e u064a u0652 u0646 u064e u0643 u064f u0645 u0652 u0628 u0650 u0627 u0644 u0652 u0628 u064e u0627 u0637 u0650 u0644 u0650 u0625 u0650 u0644 u0627 u0623 u064e u0646 u0652 u062a u064e u0643 u064f u0648 u0646 u064e u062a u0650 u062c u064e u0627 u0631 u064e u0629 u064b u0639 u064e u0646 u0652 u062a u064e u0631 u064e u0627 u0636 u064d u0645 u0650 u0646 u0652 u0643 u064f u0645 u0652 u0648 u064e u0644 u0627 u062a u064e u0642 u0652 u062a u064f u0644 u064f u0648 u0627 u0623 u064e u0646 u0652 u0641 u064f u0633 u064e u0643 u064f u0645 u0652 u0625 u0650 u0646 u064e u0651 u0627 u0644 u0644 u064e u0651 u0647 u064e u0643 u064e u0627 u0646 u064e u0628 u0650 u0643 u064f u0645 u0652 u0631 u064e u062d u0650 u064a u0645 u064b u0627 " , " ( qs . an nisaa u2019 : 29 ) " , " al - imam al - qurthubi nyata bahwa antara bentuk makan harta orang lain dengan batil adalah jual beli dengan jual - beli urbun ini . " , " jual beli ini tidak benar dan tidak boleh turut jumlah ahli fiqih dari ahli hijaz dan iraq , karena masuk jual beli judi , gharar , spekulatif , dan makan harta orang lain dengan batil tanpa ganti dan hadiah beri dan itu jelas batil turut ijma u2019 . " , " selain dua dalil di atas , mereka yang haram uang muka hangus ini dasar dapat mereka pada larang ada dua syarat batil . " , " dua syarat batil itu adalah syarat beri uang muka dan syarat kembali barang transaksi dengan kira salah satu pihak tidak ridha . padahal rasulullah saw sabda , " , " u0644 u0627 u064e u064a u064e u062d u0650 u0644 u0651 u064f u0633 u064e u0644 u064e u0641 u0648 u064e u0628 u064e u064a u0652 u0639 u064e u0648 u064e u0644 u0627 u064e u0634 u064e u0631 u0652 u0637 u0627 u064e u0646 u0650 u0641 u064a u0650 u0628 u064e u064a u0652 u0639 u064d " , " u201c " , " ( hr al - khamsah ) . " , " hukum sama dengan hak pilih hadap hal yang tidak tahu ( khiyaar al majhul ) . kalau syarat harus ada kembali barang tanpa sebut waktu , jelas tidak sah . demikian juga apabila kata , u201csaya punya hak pilih . kapan mau , akan saya kembali dengan tanpa kembali uang bayar . " , " u00a0 " , " ibnu qudamah nyata , u201cinilah qiyas ( analogi ) . u201d " , " u201dpendapat ini dirojihkan al syaukani dalam nyata beliau , u201cyang rojih ( kuat ) adalah dapat mayoritas ulama , karena hadits u2018amru bin syu u2019aib telah ada dari beberapa jalan riwayat yang saling kuat . juga karena hal ini kandung larang dan hadits yang kandung larang lebih rojih dari yang tunjuk boleh bagaimana telah jelas dalam ushul fiqih u2026 u201d " , " u2018illat ( sebab hukum ) dari larang ini adalah jual beli ini kandung dua syarat yang fasid ; salah satu adalah syarat serah kepada jual harta ( uang muka ) cara gratis apabila beli gagal bel . yang dua adalah syarat kembali barang kepada jual apabila tidak jadi keridhoan untuk bel . " , " beda dengan jumhur ulama , dapat madzhab al - hanabilah justru boleh jual - beli dengan sistem uang muka yang bisa hangus ini . " , " dasar argumentasi mereka adalah : " , " atsar yang bunyi , " , " u0639 u064e u0646 u0652 u0646 u064e u0627 u0641 u0650 u0639 u0650 u0628 u0652 u0646 u0650 u0627 u0644 u062d u0627 u0631 u062b u0623 u064e u0646 u064e u0651 u0647 u064f u0627 u0634 u0652 u062a u064e u0631 u064e u0649 u0644 u0650 u0639 u064f u0645 u064e u0631 u064e u062f u064e u0627 u0631 u064e u0627 u0644 u0633 u0650 u0651 u062c u0652 u0646 u0650 u0645 u0650 u0646 u0652 u0635 u064e u0641 u0652 u0648 u064e u0627 u0646 u064e u0628 u0652 u0646 u0650 u0623 u064f u0645 u064e u064a u064e u0651 u0629 u064e u0641 u064e u0625 u0650 u0646 u0652 u0631 u064e u0636 u0650 u064a u064e u0639 u064f u0645 u064e u0631 u064f u0648 u064e u0625 u0650 u0644 u0627 u064e u0651 u0641 u064e u0644 u064e u0647 u064f u0643 u064e u0630 u064e u0627 u0648 u064e u0643 u064e u0630 u064e u0627 " , " al - atsram kata , u201csaya tanya kepada ahmad , u2018apakah anda dapat demikian ? u2019 beliau jawab , u2018apa yang harus kata ? ini umar rodhiyallohu u2018anhu ( telah dapat demikian ) . u2019 u201d " , " hadits amru bin syuaib adalah lemah sehingga tidak dapat jadi sandar dalam larang jual beli ini . " , " lemah karena semua jalan riwayat kembali kepada orang tsiqah yang mubham ( tidak sebut nama ) . ini karena imam malik nyata , telah cerita kepada orang tsiqah bagaimana dalam riwayat ahmad dan malik di muwatha u2019 . u201d sedang dalam riwayat abu daud dan ibnu majah riwayat imam malik nyata , u201ctelah sampai kepada kami bahwa amru bin syu u2019aib u2026 u201d " , " ini tentu saja tunjuk ada perawi yang hapus antara malik dengan amru bin syu u2019aib . adapun ibnu majah riwayat dari jalan lain , namun ada perawi nama abu muhammad habieb bin abi habieb katib malik yang matruk ( lemah sekali ) dan abdullah bin amir al aslami yang juga lemah . " , " hadits ini nilai lemah oleh imam ahmad , al baihaqi , al nawawi , al mundziri , ibnu hajar dan al albani " , " panjar ini adalah kompensasi dari jual yang tunggu dan simpan barang transaksi lama beberapa waktu . ia tentu saja akan hilang bagi sempat jual . tidak sah ucap orang yang kata bahwa panjar itu telah jadi syarat bagi jual tanpa ada imbal . " , " tidak sah qiyas atau analogi jual beli ini dengan al khiyar al majhul ( hak pilih hadap hal yang tidak tahu ) , karena syarat boleh panjar ini adalah batas waktu tunggu . dengan batas waktu bayar , maka batal analogi sebut , dan hilang sisi yang larang dari jual beli sebut . " , " jual beli ini tidak dapat kata jual beli kandung judi sebab tidak kandung spekulasi antara untung dan buntung . syaikh ibnu u2018utsaimin dalam syarah bulugh al maram hal . 100 nyata , u201cketidakjelasan dalam jual beli al - urbun tidak sama dengan tidak jelas dalam judi , karena ketidakjelasan dalam judi jadi dua transaktor sebut ada antara untung dan buntung , adapun ini tidak , karena jual tidak rugi bahkan untung dan paling tidak barang dapat kembali . " , " sudah maklum orang jual milik syarat hak pilih untuk diri lama satu hari atau dua hari , dan itu boleh . dan jual beli dengan uang muka ini rupa syarat hak pilih sebut . hanya saja jual beri bagi dari bayar apabila barang kembali , karena nilai telah kurang bila orang tahu hal itu walaupun hal ini dahulu namun ada maslahat sana . juga ada maslahat lain bagi jual karena beli bila telah serah uang muka akan motivasi untuk sempurna transaksi jual beli . " , " demikian juga ada maslahat bagi beli , karena ia masih dapat pilih kembali barang sebut bila serah uang muka . padahal bila tidak tentu harus jadi jual beli sebut . u201d " , " syeikh abdulaziz bin baaz pernah tentang hukum laksana jual beli urbun apabila belum sempurna jual beli . bentuk adalah dua orang laku transaksi jual beli , apabila jual beli sempurna maka beli sempurna nilai bayar dan bila tidak jadi maka jual ambil uang muka sebut dan tidak kembali kepada beli ? u201d " , " beliau jawab , u201dtidak mengapa ambil uang panjar sebut dalam dapat yang rajih dari dua dapat ulama , apabila jual dan beli telah sepakat untuk itu dan jual beli tidak lanjut . u201d " , " fatwa lajnah daimah lil buhuts al ilmiyah wa al ifta dalam fatwa no . 9388 menybutkan tentang boleh urbun ini . ikut peti : " , " boleh orang jual ambil uang muka ( u2019urbuun ) dari beli dan dalam ada beli gagal beli atau kembali apakah jual hak cara hukum syar u2019at ambil uang muka sebut untuk diri tanpa kembali kepada beli ? " , " jawab : " , " apabila realitanya demikian maka boleh bagi ( jual ) untuk milik uang muka sebut untuk diri dan tidak kembali kepada beli u2013menurut dapat yang rojih - apabila dua telah sepakat untuk itu . fatwa ini ditandatangani oleh syeikh abdulaziz bin baaz , abdurrazaq u2018afifi dan abdullah bin ghadayaan . " , " selain itu lajnah ini juga punya fatwa dengan no . 19637 yang kait dengan masalah yang sama . " , " u201cal u2018urbuun sudah kenal dengan uang muka sedikit yang serah pada waktu beli untuk tanda jadi hingga jadi barang dagang sebut gantung . apa hukum jual beli sebut ? banyak dari para jual yang ambil harta urbuun ( panjar ) ketika gagal lunas bayar , bagaimana hukum ? u201d " , " jawab : " , " jual beli dengan uang muka hukum boleh . jual beli ini dengan bayar orang beli kepada jual atau agen ( wakil ) jumlah uang yang lebih sedikit dari nilai harga barang sebut telah selesai transaksi , untuk jamin barang . " , " ini laku agar selain beli sebut tidak ambil dengan tentu apabila beli sebut ambil maka uang muka sebut hitung dalam bagi bayar dan bila tidak ambil maka jual hak ambil uang muka sebut dan milik . " , " jual beli sistem uang muka ini sah , baik telah tentu batas waktu bayar sisa atau belum tentu dan jual milik hak cara syar u2019i tagih beli untuk lunas bayar telah sempurna jual beli dan jadi serah terima barang . " , " boleh jual beli u2018urbuun ini dasar atas buat umar bin al - khaththab radhiyallahuanhu . imam ahmad nyata tentang jual beli panjar ini , u201cboleh . u201d " , " dan dari ibnu umar radhiyallahuanhuma bahwa beliau pun boleh . sa u2019id bin al musayyib dan muhammad bin sirin nyata , u201cdiperbolehkan bila ia tidak ingin untuk kembali barang dan kembali sama jumlah harta . " , " sedang hadits yang riwayat dari nabi saw yang bunyi : " , " u0646 u064e u0647 u064e u0649 u0631 u064e u0633 u064f u0648 u0644 u064f u0627 u0644 u0644 u064e u0651 u0647 u0650 u0635 u064e u0644 u064e u0651 u0649 u0627 u0644 u0644 u064e u0651 u0647 u064f u0639 u064e u0644 u064e u064a u0652 u0647 u0650 u0648 u064e u0633 u064e u0644 u064e u0651 u0645 u064e u0639 u064e u0646 u0652 u0628 u064e u064a u0652 u0639 u0650 u0627 u0644 u0652 u0639 u064f u0631 u0652 u0628 u064e u0627 u0646 u0650 " , " turut mereka rupa hadits yang lemah ( dhaif ) , bagaimana al - imam ahmad dan selain telah mendhoifkannya sehingga tidak bisa jadi sandar . " , " fatwa ini tanda tangan oleh syeikh abdulaziz bin baaz , abdurrazaq u2018afifi dan abdullah bin ghadayaan . " , " majlis fikih islam pada seminar ke delapan telah selesai simpul boleh jual beli panjar . ikut ini tetap - tetap yang mereka buat : " , " pertama : yang maksud dengan jual beli sistem panjar adalah jual barang , lalu si beli beri jumlah uang kepada si jual dengan syarat bila ia jadi ambil barang itu , maka uang muka sebut masuk dalam harga yang harus bayar . namun kalau ia tidak jadi bel , maka jumlah uang itu jadi milik jual . transaksi ini selain laku untuk jual beli juga laku untuk sewa sewa , karena sewa arti beli fasilitas . " , " di antara jual beli kecuali jual beli yang milik syarat harus ada serah terima bayar atau barang transaksi di lokasi akad ( jual beli as - salm ) atau serah terima dua ( barter komoditi riba fadhal dan money changer ) . " , " dan dalam transaksi jual beli murabahah tidak laku bagi orang yang harus bayar pada waktu yang janji , namun hanya pada fase jual dua yang janji . " , " dua : jual beli sistem panjar boleh bila batas waktu tunggu cara pasti , dan panjar itu masuk bagai bagi bayar , bila sudah bayar lunas . dan jadi milik jual bila si beli tidak jadi laku transaksi beli . " , " fatwa al hai u2019at al syar u2019iyah li syarikat al raajihi al mashrafiyah lil istitsmaar ( dewan syar u2019at bank islam al rajihi ksa ) , tetap no . 99 . dengan demikian yang rojih u2013insya allah - adalah dapat yang boleh . " , " namun perlu ingat bila jual kembali uang muka sebut kepada beli ketika gagal sempurna jual beli , itu lebih baik dan lebih besar pahala sisi allah bagaimana sabda rasululloh saw : " , " u0645 u064e u0646 u0652 u0623 u064e u0642 u064e u0627 u0644 u064e u0645 u064f u0633 u0652 u0644 u0650 u0645 u064b u0627 u0623 u064e u0642 u064e u0627 u0644 u064e u0647 u064f u0627 u0644 u0644 u064e u0651 u0647 u064f u0639 u064e u062b u0652 u0631 u064e u062a u064e u0647 u064f " , " iqalah dalam jual beli dapat gambar dengan orang beli sesuatu dari orang jual , kemudian beli ini sesal bel , ada kala karena sangat rugi atau sudah tidak butuh lagi atau tidak mampu lunas , lalu beli itu kembali barang kepada jual dan jual terima kembali ( tanpa ambil sesuatu dari beli ) . "
